Selamat malam Kawan, akhir akhir ini band band indie di indonesia
semakin maju dan mengalami perkembangan yang signifikan, terutama
setelah perkembangan teknology yang dibarengi dengan mulai meleknya
masyarakat kita dengan media internet dan social media. Banyak pihak
yang menggunakan celah ini untuk memajukan industri mereka. Salah
satunya industry musik. tak heran di negeri kita tak sulit untuk mencari
band band yang berkualitas baik itu di ibukota jakarta ataupun yang di
daerah. Nah untuk kali ini gw mw perkenalkan Band cadas yang berjaya di
ibukota yang bernama "Thirteen".
Thirteen terbentuk pada pertengahan tahun 2006, di Jakarta. Ketika
Raynard dan Bobond bertemu dan ingin membuat sebuah project band yang
berbeda dari yang sudah ada, dan ini lah formasi awal Thirteen itu
sendiri. Adalah Raynard (scream / growl), Bobond (guitar), Echa
(guitar), Dicky (Bass), Adit (drum), dan kemudian kita merasa butuh
nuansa keys atau synth maka masuklah Rudy (Key / Synth). Awalnya
bernama “Devil May Cry” tetapi karena nama tersebut merupakan nama
sebuah game, jadi kita harus mencari nama lain. Dan pada saat itu lah
nama kita berubah menjadi “Thirteen”. Pada awal mula nya kita sering
memainkan / mengcover lagu dari The Devil Wears Prada, Enter Shikari,
Horse The Band, etc, maka dari itu secara tidak langsung mereka sangat
mempengaruhi musik kita dalam membuat lagu walaupun masing masing
personil mempunyai influence dan karakter bermain yg berbeda beda dan
kita tidak membatasi masing masing personil dalam menuangkan ide membuat
lagu. Seiring berjalanya waktu setelah release album perdana “It’s All
About Party, Music & Friendship” pada tahun 2008, Echa (guitar)
keluar dari “Thirteen”. Semenjak saat itu kita memutuskan untuk terus
berjalan dengan formasi 5 orang, yaitu Raynard (scream / growl), Bobond
(guitar), Dicky (bass), Rudy (keys / synth), dan Adit (drum). Pada
pertengahan tahun 2009 Rudye (keys / synth) memutuskan keluar dari
Thirteen dikarenakan ingin melanjutkan studi kuliah nya. Dan beberapa
waktu kemudian kita menemukan 2 makhluk bumi lainya, yaitu Jodi (clean
voc) yang juga vocalist dari “Define : Divine” , dan Eponk (keys /
synth) “Cemetery Dance Club”. Dengan formasi yang sekarang ini kita akan
tetap memberikan warna musik yang berbeda, dengan tetap memasukan
beberapa unsur musik seperti Metal, Post Hardcore, Emo, Screamo, Pop,
Punk, Disco, Trance, Drum & Bass, etc. Or you can called it
“Whatevercore”


0 komentar:
Posting Komentar